Maulana Abbas 0 Comments

MONEV Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Raharja 2025: Inovasi IoT untuk Pengelolaan Limbah Anorganik

MONEV Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Raharja 2025 digelar secara daring melalui Zoom pada Selasa, 2 Desember 2025. Agenda ini menjadi sarana penting untuk memastikan bahwa program PKM yang mendapatkan pendanaan hibah pemerintah mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, terutama dalam penerapan teknologi IoT untuk pengelolaan limbah anorganik yang lebih efektif.

Dengan mengusung tema “Inovasi Teknologi IoT Pengelolaan Limbah Anorganik untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat Berkelanjutan,” Universitas Raharja kembali menegaskan komitmennya terhadap hilirisasi riset dan solusi inovatif berbasis teknologi. Program PKM yang dievaluasi ini melibatkan dosen dan mahasiswa Universitas Raharja yang bersinergi dalam merancang, mengimplementasikan, dan mengembangkan sistem pengelolaan limbah berbasis sensor cerdas.

Melalui sistem IoT yang diterapkan, masyarakat di wilayah binaan dapat memantau akumulasi limbah secara otomatis melalui perangkat sensor yang terhubung ke jaringan digital. Teknologi ini memberikan data real-time mengenai volume sampah anorganik, sehingga proses pemilahan dan pengangkutan dapat dilakukan lebih cepat, terukur, dan efisien.

Reviewer dalam kegiatan MONEV memberikan tanggapan positif terhadap sinergi antara dosen dan mahasiswa yang dinilai memperkuat kualitas implementasi program. Kehadiran mahasiswa dalam tim PKM dianggap memberikan tambahan energi kreatif dan inovatif, sementara pengalaman dosen memastikan bahwa setiap tahapan berjalan sesuai standar akademik dan kebutuhan lapangan. Kolaborasi ini terbukti mempercepat proses penelitian sekaligus meningkatkan dampak keberlanjutan bagi masyarakat.

Selain penerapan teknologi, tim PKM Universitas Raharja juga memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya pemilahan limbah, pemanfaatan perangkat IoT, dan peluang ekonomi yang dapat dihasilkan dari pengolahan limbah anorganik. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa program tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga pada pemberdayaan sosial dan peningkatan wawasan masyarakat.

Pendanaan hibah pemerintah menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini, memungkinkan tim memperluas jangkauan implementasi dan melakukan pendampingan yang lebih intensif. Melalui hasil monitoring dan evaluasi, Universitas Raharja menunjukkan bahwa program PKM berbasis teknologi dan melibatkan unsur akademik mahasiswa-dosen mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan lingkungan.

Kegiatan MONEV Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Raharja 2025 ini menegaskan komitmen kampus dalam menghadirkan inovasi berkelanjutan serta mengembangkan model pengelolaan limbah yang dapat direplikasi di berbagai daerah lainnya. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan perubahan positif menuju kesejahteraan yang lebih berkelanjutan.

Leave a Comment