Maulana Abbas 0 Comments

Nuclear Energy Oversight Indonesia: Universitas Raharja Kupas Tantangan & Peluang Keamanan TI dalam Penguatan Budaya Keamanan Nuklir

Nuclear Energy Oversight Indonesia menjadi sorotan utama dalam seminar akademik yang diselenggarakan oleh Program Studi Teknik Informatika, Pendidikan Teknologi Informasi (PTI), dan Sains Data Universitas Raharja. Kegiatan ilmiah tersebut berlangsung pada 20 November 2025 di Aula Universitas Raharja dan berhasil menghadirkan para pakar multidisiplin untuk membahas tantangan sekaligus peluang dalam memperkuat keamanan teknologi informasi pada sektor pengawasan energi nuklir di Indonesia.

Acara dibuka dengan sambutan resmi dari Rektor Universitas RaharjaAssoc. Prof. Dr. Po Abas Sunarya, M.Si, yang menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan praktisi dalam menjawab isu strategis terkait penguatan budaya keamanan nuklir. Menurutnya, perkembangan teknologi digital yang semakin cepat menuntut sektor energi, khususnya energi nuklir, untuk terus beradaptasi dalam memperkuat sistem keamanan nasional. “Pengawasan energi nuklir tidak dapat dilepaskan dari tantangan keamanan informasi. Oleh karena itu, perguruan tinggi harus menjadi pusat diskusi ilmiah dan inovasi untuk mendukung penguatan sistem tersebut,” ujarnya.

Seminar ini menghadirkan pembicara utama Dr. Lilis Susanti Setianingsih, S.T., M.S, seorang praktisi profesional di bidang teknologi informasi pada bagian pengawas tenaga nuklir. Dalam paparan ilmiahnya, beliau menekankan bahwa pengawasan tenaga nuklir tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis operasional, tetapi juga erat terkait dengan kesiapan infrastruktur digital, keamanan jaringan, manajemen risiko, dan budaya keamanan yang harus dibangun secara berkelanjutan.

Dr. Lilis menjelaskan bahwa ancaman siber pada instalasi nuklir kini menjadi isu global yang harus diantisipasi dengan pendekatan terpadu. Ia menyebutkan beberapa tantangan utama seperti kerentanan sistem digital, potensi penyalahgunaan data, hingga lemahnya pemahaman SDM mengenai keamanan teknologi informasi. Namun, di sisi lain, peluang untuk memperkuat nuclear security culture juga semakin terbuka lebar seiring tumbuhnya inovasi teknologi dan meningkatnya kesadaran tentang pentingnya pengawasan ketat pada sektor strategis ini.

Peran teknologi informasi dalam menjaga stabilitas pengawasan nuklir menjadi poin pembahasan yang sangat menarik bagi peserta seminar. Dr. Lilis menyoroti bahwa integrasi sistem keamanan TI, analitik data, dan teknologi cerdas mampu memperkuat deteksi dini, mencegah insiden berisiko tinggi, serta meningkatkan keandalan pengawasan. Dalam konteks Indonesia, digitalisasi pengawasan nuklir masih terus berkembang sehingga membutuhkan dukungan kebijakan, pelatihan SDM, kesiapan infrastruktur, dan peningkatan budaya keamanan.

Acara ini dipandu oleh Ruli Supriati, S.Kom., MTI, selaku moderator sekaligus Ketua Program Studi Teknik Informatika Universitas Raharja. Ia memastikan jalannya diskusi berlangsung interaktif dan memberikan ruang dialog antara peserta dengan narasumber. Para peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, serta praktisi teknologi terlihat sangat antusias mengikuti setiap sesi, terutama ketika membahas simulasi kasus serta mitigasi ancaman digital pada fasilitas nuklir.

Dengan terselenggaranya seminar ini, Universitas Raharja menegaskan komitmennya dalam menghadirkan forum ilmiah yang relevan dengan kebutuhan industri dan kebijakan nasional. Pembahasan tentang Nuclear Energy Oversight Indonesia tidak hanya membuka wawasan baru bagi civitas akademika, tetapi juga memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mencetak SDM unggul yang mampu berperan dalam tata kelola energi nuklir yang aman, modern, dan sesuai standar internasional.

Leave a Comment